Bab 27 penutup.
Bab 27 penutup.
Di ujung utara Pulau Bali, tempat di mana ombak samudera bertemu dengan angin laut yang selalu berbisik membawa pesan masa lalu, berdiri sebuah Desa yang bernama Tejakula sebagai bukti nyata dari perjalanan panjang sejarah, peradaban, dan kearifan leluhur. Tanah ini bukan sekadar hamparan bumi yang kita pijak setiap hari; tanah ini telah disucikan, dibaktikan, dan dijaga keberadaannya oleh para pendahulu kita dengan tetesan keringat, pengorbanan, dan ketulusan hati yang mendalam. Setiap jengkal tanah, setiap pura yang berdiri megah, setiap aturan adat yang berlaku, serta setiap kebiasaan luhur yang tumbuh di tengah masyarakat kita, semuanya adalah warisan berharga yang dititipkan para leluhur dengan satu harapan besar: agar desa ini tetap lestari, tetap agung, dan tetap menjadi tempat yang mulia bagi siapa pun yang lahir dan besar di sini. Kini, tongkat estafet kebesaran itu telah sampai ke tangan kita, generasi penerus Tejakula, dan tersimpan di dalamnya pesan suci yang perlu kita renungkan, kita pahami, dan kita jalani sebaik-baiknya seumur hidup kita.
Para leluhur kita dahulu merintis desa ini dari awal, membangunnya dengan dasar keyakinan yang kuat bahwa Tejakula haruslah menjadi desa yang beradab, desa yang berbudaya, dan desa yang memiliki jati diri yang kokoh. Nama Tejakula sendiri bukanlah nama yang dipilih secara sembarangan; nama itu mengandung makna kemegahan, kekuatan sinar, dan keagungan yang mencerminkan harapan agar warganya selalu bersinar, bermanfaat, dan dihormati oleh dunia luar. Para pendahulu kita mengajarkan bahwa nama baik desa ini adalah harta yang paling mahal, jauh lebih berharga daripada kekayaan materi apa pun. Menjaga nama baik Tejakula berarti menjaga tingkah laku, menjaga ucapan, menjaga perbuatan, dan menjaga kehormatan diri kita masing-masing sebagai bagian tak terpisahkan dari desa ini. Setiap apa yang kita lakukan, baik maupun buruk, akan selalu tertaut pada nama besar Tejakula. Jika kita berbuat kebaikan, berprestasi, dan berperilaku luhur, maka nama desa ini akan semakin harum, semakin dihormati, dan semakin agung namanya di mata orang lain. Namun sebaliknya, jika kita lalai, melanggar aturan, atau melakukan hal-hal yang tercela, maka bukan hanya diri sendiri yang dipermalukan, melainkan nama baik seluruh warga dan sejarah panjang leluhur kita pun akan ikut ternoda. Itulah sebabnya pesan utama yang terus digaungkan dari zaman ke zaman adalah: “Jangan pernah merendahkan nama desa ini dengan perbuatanmu, tapi tinggikanlah ia melalui budi pekertimu yang mulia.”
Keagungan Desa Tejakula tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, kekayaan hasil buminya, atau kemegahan bangunan-bangunan sucinya semata, melainkan yang paling utama terletak pada tatanan kehidupan masyarakatnya yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan ketuhanan. Leluhur kita mewariskan konsep hidup yang seimbang, ajaran Tri Hita Karana yang menjadi landasan segala tindakan, serta sistem adat yang mengatur hubungan antarwarga agar selalu rukun, damai, dan saling menyayangi. Mereka mengingatkan kita bahwa kebesaran sebuah desa tidak dinilai dari seberapa banyak harta yang dimilikinya, melainkan dari seberapa kuat persatuan warganya, seberapa dalam rasa hormat kepada yang tua dan kasih sayang kepada yang muda, serta seberapa taat kita dalam menjalankan kewajiban suci kepada Sang Pencipta. Keagungan itu harus terus kita pelihara. Di tengah derasnya arus perubahan zaman dan masuknya berbagai pengaruh dari luar yang kadang tidak sesuai dengan jiwa dan karakter asli Tejakula, kita ditantang untuk tetap teguh berdiri pada akar budaya kita sendiri. Jadilah orang yang terbuka untuk menerima kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi jangan pernah biarkan hal itu menghapus atau menggeser nilai-nilai luhur yang telah menjadi identitas kita selama berabad-abad lamanya. Jadilah generasi yang cerdas dan modern, namun tetap memiliki jiwa yang tradisional, tetap menghormati adat istiadat, dan tetap bangga menjadi bagian dari Tejakula.
Pesan leluhur juga mengingatkan kita akan tanggung jawab besar untuk merawat dan melestarikan segala apa yang telah ada di hadapan kita. Warisan budaya, kesenian, bahasa daerah, kisah sejarah, tempat-tempat keramat, hingga kebiasaan gotong royong yang melekat kuat di sini, semuanya itu adalah amanah. Amanah ini bukan milik kita untuk kita ubah sesuka hati atau kita biarkan rusak dan hilang termakan waktu, melainkan milik bersama yang harus kita rawat dengan penuh kasih sayang agar kelak bisa kita wariskan kembali kepada anak cucu kita dalam keadaan yang lebih baik, lebih terawat, dan lebih indah daripada saat kita menerimanya. Jangan sampai ada generasi mendatang yang menyesal karena warisan leluhur telah hilang di tangan kita. Ingatlah selalu, bahwa kita hanyalah penjaga sementara dari tanah yang agung ini. Kita datang, kita hidup, kita berjuang, dan suatu saat nanti kita pun akan pergi meninggalkan dunia ini, sama seperti para leluhur kita mendahului kita. Namun, nama baik dan keagungan desa Tejakula haruslah tetap hidup, tetap abadi, dan terus bersinar terang selamanya.
Maka dari itu, wahai generasi penerus, sandarkanlah setiap langkah hidupmu pada nasihat suci ini. Jadilah orang yang membanggakan bagi diri sendiri, bagi keluarga, dan terutama bagi Desa Tejakula. Jagalah nama baik desa ini di mana pun kamu berada, baik di dalam kampung maupun di perantauan, karena di manapun kamu melangkah, kamu akan selalu dikenal sebagai putra-putri Tejakula. Tinggikanlah keagungan desa ini dengan karya-karyamu, dengan sikapmu yang santun, dengan prestasi yang kamu raih, dan dengan rasa syukur serta bakti yang tak pernah putus kepada tanah kelahiranmu ini. Jangan pernah malu mengaku berasal dari sini, dan jangan pernah menganggap remeh sejarah yang telah dibangun dengan susah payah ini.
Tetaplah bersatu, tetaplah saling menguatkan, dan tetaplah berjalan beriringan dalam satu tujuan untuk memajukan desa tercinta ini. Biarlah semangat para leluhur senantiasa menyertai setiap usaha kita, biarlah petuah-petuah bijak mereka menjadi cahaya penuntun di kala kita ragu atau tersesat, dan biarlah nama Tejakula terus terukir indah dalam lembaran sejarah Bali dan Nusantara sebagai desa yang tidak hanya hebat di masa lalu, tetapi juga terus tumbuh, berkembang, dan mempesona di masa kini maupun masa depan. Inilah janji kita, inilah bakti kita: menjaga, melestarikan, dan meninggikan nama baik serta keagungan Desa Tejakula, sampai kapan pun dan oleh siapa pun.
Komentar
Posting Komentar